Monday, August 20, 2007

Ratusan Ton Tembakau Mangkrak

Ribuan petani Madura resah. Sudah 15 hari ini mereka memanen tembakau, namun gudang pembelian tak kunjung dibuka. Dampaknya, ribuan ton bahan rokok itu mangkrak di rumah penduduk.

Sebagian besar petani yang telah memanen tembakau adalah mereka yang memiliki kebun di kawasan pegunungan, yakni di wilayah Kecamatan Pasongsongan, Lenteng, Bluto, dan Batu Putih.

“Petani kegingungan. Kalau tidak dipanen tembakau rusak, tapi kalau dipanen tak ada yang beli,” ujar Ketua Asosiasi Petani Tembakau Sumenep H Hafidz, Minggu (12/8).

Di sisi lain, lanjut Hafidz, situasi semacam ini banyak dimanfaatkan para spekulan. Biasanya, spekulan membeli tembakau petani dengan harga murah. “Kami berharap pihak pabrikan segera buka agar petani tidak terus-menerus menjadi bulan-bulanan bandul atau spekulan yang biasanya banyak membodohi masyarakat,” kata Hafidz.

Kuasa pembelian tembakau Perwakilan PT Gudang Garam Kediri di Desa Patean, Kecamatan Kota, Sumenep, Freddy Kustianto, mengatakan, gudang belum dibuka karena belum ada pemberitahuan dari pihak pabrikan untuk melakukan pembelian atau pengambilan tembakau di Madura. "Tapi, kemungkinan besar pihak pabrik akan mulai buka pada pertengahan bulan ini. Kami perkirakan akan buka pada 16 Agustus 2007. Kepastiannya, kami  tunggu perintah," ujar Freddy saat dihubungi di kantornya.



Sedangkan pengambilan kuota tembakau tahun ini, diperkirakan tidak akan jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni sebanyak 4.000 ton tembakau. Gudang Garam tetap berkomitmen untuk hanya membeli tembakau gunung yang bermutu dan berkualitas baik. (st2)

Sumber: Surya, Monday, 13 August 2007

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home